BAB
II:PEMBAHASAN
Perbedaan Sekolah Negeri
dengan Sekolah Swasta
Memperoleh pendidikan
adalah anugerah yang harus disyukuri karena melalui banyak jerih payah para
pahlawan yang telah memerdekakan negara ini, bagi kaum perempuan juga tidak
lepas dari perjuangan R.A. Kartini yang mengubah pandangan bahwa perempuan juga
berhak mendapat pendidikan setinggi-tingginya.
Pilihan sekolah negeri
atau swasta tentunya disesuaikan dengan faktor-faktor yang diinginkan dan
dibutuhkan sehingga akhirnya menjadi sebuah pilihan bagi orang tua bersama
anaknya. Walaupun pilihan yang berbeda, baik sekolah negeri ataupun
sekolah swasta tetapi tujuannya adalah sama yaitu memperoleh pendidikan dan
pengajaran. Hal penting yang harus diperhatikan adalah semangat dan keinginan
untuk belajar dan berprestasi.
Seperti kisah seorang Aziz yang berasal dari sebuah kota kecil
di dekat Yogyakarta. Ia benar-benar seperti Lintang di cerita Laskar
Pelangi. Sekolahnya jauh, dan harus menyeberangi sungai dan rawa-rawa. Anak
genius inilah yang merebut gelar ”Absolute Winner” di Olimpiade Sains Junior
Internasional 2004 di Jakarta. Anak dari keluarga sederhana, dan
bersekolah di sekolah terpencil di desa Jojok, Kotawaru Cilacap ini mampu
mengalahkan pelajar-pelajar terbaik dari Korea, Taiwan dan Rusia yang mempunyai
sistem pendidikan terbaik dan fasilitas super canggih. Presiden SBY pun
kagum padanya.
Azis termasuk dalam salah satu penerima Anugerah Kehormatan
Satyalancana Wira Karya yang diberikan di Istana Negara kepada anak-anak
Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai lomba sains
internasional. Aziz yang mempunyai nama lengkap Ad Masyhur Aziz Hilmy
pada saat baru berumur 16 tahun telah menjuarai Olimpiade Astronomi
Internasional 2004 di Ukraina. Azis yang seringkali tidak punya uang
untuk membeli buku, bisa menjadi juara sains tingkat dunia. Karena tidak punya
uang untuk membeli buku, maka ia memuaskan keingin tahuannya tentang luar
angkasa dengan membaca di perpustakaan sekolahnya sepanjang hari. Kalau
bukunya sudah habis, dia akan pergi ke Yogya, dan dia akan ke pergi toko buku
di mal atau perpustakaan, dan membaca di toko buku sampai 5-6 jam.
Berdasarkan kepemilikan sekolah terbagi menjadi dua, sekolah
negeri yaitu sekolah milik umum yang didirikan dan dibiayai Negara dengan
tujuan memberikan layanan pendidikan ke masyarakat dan mencerdaskan anak bangsa
tanpa biaya ataupun dengan biaya yang relatif lebih terjangkau sedangkan
sekolah swasta adalah milik perseorangan atau sekelompok orang tertentu yang
bertujuan memberikan layanan pendidikan ke masyarakat dengan memungut uang
untuk pembiayaan operasional sekolah, pembayaran gaji guru dan perolehan laba
bagi pemilik sekolah tersebut. Oleh karena itu biaya pendidikan di
sekolah swasta relatife lebih mahal dibandingkan dengan sekolah negeri.
Di zaman sekarang yang telah semakin maju dan adanya persaingan
pasar bebas, maka pemerintah dan pihak swasta mulai merintis sekolah bertaraf
Internasional walaupun tujuan dan latar belakang yang berbeda. Untuk uang
sekolah negeri bertaraf Internasional harganya sebanding dengan fasilitas dan
prasarana yang diberikan, akan tetapi untuk sekolah swasta bertaraf
Internasional biaya pendidikannya sangatlah mahal sehingga hanya dapat
dijangkau kalangan menengah ke atas.
Berikut adalah perbedaan sekolah Negeri dan Swasta secara garis
besar :
1.
Dari Segi Kepemilikan
Sekolah Negeri : Milik umum dan dibiayai oleh negara dari
pemerintahan pusat /pemerintahan daerah. Berdasarkan UUD 1945 Pasal 31
ayat 4, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang – kurangnya 20 %
dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan
belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
Sekolah Swasta: Milik perseorangan /
sekolompok orang.
2. Dari Segi Iuran
SPP (Sumbangan Penunjang Pendidikan)
Sekolah Negeri : Tidak dipungut SPP untuk SD,
SMP/sederajat karena telah disokong oleh program BOS sedangkan untuk
SMU/sederajat biaya SPP relatif terjangkau sehingga masih dapat dirasakan oleh
masyarakat kurang mampu.
Sekolah Swasta : SPP sekolah bervariatif
sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemilik / pengelola sekolah tersebut
dan biasanya relatif lebih mahal dibandingkan sekolah negeri.
3. Dari Segi Status
Staff Pengajar
Sekolah Negeri : Tenaga
pengajar mayoritas berstatus pegawai negeri dan jika kekurangan tenaga pengajar
sekolah diperbantukan guru honorer. Dari status guru honorer juga dapat
diajukan menjadi pegawai negeri.
Sekolah Swasta : Tenaga pengajar adalah
pegawai swasta.
4. Dari Segi
Pendanaan
Sekolah Negeri : Hampir seluruh
operasional biaya ditanggung oleh negara, seperti untuk SD, SMP/sederajat telah
digratiskan SPPnya. Untuk menyukseskan program wajib belajar dasar 9
tahun yakni SD, SMP/sederajat pemerintah telah membuat program BOS (Bantuan
Operasional Sekolah) yang membiayai keperluan-keperluan penting dalam proses
pembelajaran,
Pemerintah juga membuat program Bidik Misi bagi calon mahasiswa
yang tidak mampu tetapi berprestasi untuk mendapatkan beasiswa belajar di
Perguruan Tinggi Negara yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara.
Sekolah Swasta : Hanya mendapatkan sedikit bantuan
dari Pemerintah, sehingga untuk pembiayaan operasional sekolah keseluruhan
dibebankan kepada siswa.
5. Dari Segi Tujuan
Pendirian
Sekolah Negeri : Didirikan oleh Pemerintah
untuk memberikan layanan di bidang pendidikan kepada masyarakat tanpa
mengharapkan keuntungan.
Sekolah Swasta : Dalam pendirian sekolah swasta atas
nama yayasan, biaya izin dan pajaknya lebih murah. Oleh karena itu,
sekolah swasta yang mengatas namakan yayasan biasanya bertujuan sosial karena
tidak memungut biaya sekolah yang memberatkan bagi anak dari ekonomi keluarga
yang kurang mampu agar tetap dapat bersekolah. Namun dalam prakteknya
sekolah yang berlabel yayasan sering menyalahgunakan hak tersebut dan tetap
memaksakan anak dari ekonomi kurang mampu untuk membayar biaya pendidikan yang
mahal dan memberikan tenggang waktu walaupun syarat permintaan pengurangan
pendidikan telah lengkap seperti surat miskin dsb tetapi pihak sekolah hanya
memberikan kompensasi dalam jumlah yang sedikit.
Sekolah swasta yang tidak mengatasnamakan yayasan biasanya
bertujuan memberikan layanan di bidang pendidikan kepada masyarakat dengan
mengharapkan balas jasa berupa keuntungan.
Comments
Post a Comment